7 Oleh-Oleh Khas Jepara Yang Wajib Kamu Bawa Pulang

5 min read

Oleh-Oleh Khas Jepara

Oleh-Oleh Khas Jepara – Apa saja oleh-oleh khas Jepara? Sebagai salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Jepara masih memiliki budaya Jawa yang kuat. Terletak di bagian utara Jawa Tengah, Jepara cukup banyak memiliki pantai-pantai Laut Jawa yang menarik.

Banyak orang yang mengunjungi dan berwisata ke Jepara pada masa-masa liburan. Keindahan panorama alam yang ada di daerah Jepara ini membuat semakin banyak wisatawan yang memilih untuk menghabiskan waktu luangnya di kabupaten ini.

Lokasi wisata alam yang banyak didominasi dengan pantai-pantai yang eksotis menjadi tujuan liburan pada musim kemarau yang menarik perhatian banyak orang.

Oleh-Oleh Khas Jepara

Tidak hanya memiliki tempat-tempat wisata yang menakjubkan, kabupaten yang terbagi dari 6 wilayah administrasi ini juga memiliki beragam oleh-oleh khas jepara yang menarik dan lezat.

Kacang jepara
Salah satu makanan yang biasa menjadi oleh-oleh dari Jepara adalah kacang jepara. Camilan ini merupakan kacang tanah yang masih berkulit yang diolah dengan disangrai dengan pasir putih.

Proses sangrai ini dilakukan hingga kulit kacang tanah berwarna kehitaman. Rasa yang gurih dan lezat menjadikan camilan ini banyak menarik perhatian para turis untuk menjadikannya oleh-oleh.

Kacang oven atau kacang listrik
Oleh-oleh lain yang masih berbahan kacang adalah kacang oven atau kacang listrik. Untuk membuat camilan ini, biji kacang yang dibiarkan tetap terbungkus kulit ari ini akan dibumbui dengan bawang putih dan garam.

Setelah dibumbui, biji kacang lalu dikeringkan dengan mengangin-anginkannya. Setelah cukup kering, biji kacang ini kaku digoreng dengan menggunakan pasir putih hingga biji kacang masak. Pastikan pasir putih yang digunakan telah panas sebelum Anda memasukkan kacang.

Kerupuk tengiri
Selain kacang-kacangan, Anda juga dapat menemukan oleh-oleh kerupuk tengiri di daerah Jepara. Kerupuk yang terbuat dari daging ikan tengiri yang dihaluskan. Lalu, diberi campuran tepung beras yang dibuat menyerupai kapsul dan dikukus setelah dibungkus daun pisang. Kacang ini sangat renyah.

kerupuk tengiri jepara

Setelah bontosan, bahan baku yang dikukus tersebut akan diiris tipis dan dijemur sampai kering di bawah sinar matahari. Tahapan selanjutnya untuk membuat kerupuk ini adalah menggoreng irisan bontosan yang telah kering dengan minyak goreng.

Jika tidak memiliki minyak goreng, bisa menggunakan pasir putih yang akan membuat kerupuk ini menjadi kerupuk bakar.

Kerupuk kerapu
Masih merupakan produk kerupuk, oleh-oleh khas jepara yang lain adalah kerupuk kerapu. Sama dengan proses pembuatan kerupuk tengiri. Untuk membuat kerupuk kerapu hanya perlu mengubah ikan tengiri menjadi ikan kerapu. Kerupuk-kerupuk yang renyah ini menarik perhatian banyak wisatawan dari berbagai daerah.

Carang madu
Ini merupakan produk oleh-oleh asli Jepara yang sangat nikmat. Makanan ringan yang disajikan dengan tetesan adonan gula merah yang manis ini memiliki banyak penggemar.

Makanan ini dibuat dengan menggunakan bahan-bahan seperti gula merah, tepung beras, dan bumbu-bumbu yang dibutuhkan. Bahan-bahan tersebut dibuat menjadi adonan yang agak encer. Lalu, dibentuk seperti jaring laba-laba.

Bentuk ini bisa dibuat dengan menggunakan kantong plastik yang telah dilubangi kecil ujungnya. Setelah berbentuk jaring laba-laba, carang madu ini harus dikeringkan dengan dijemur. Carang madu yang telah kering selanjutnya digoreng dan dapat disajikan dengan adonan gula merah.

Durian petruk
Buah ini merupakan oleh-oleh lain yang tidak boleh dilupakan saat berkunjung ke daerah ini. Tampilan durian yang tidak biasa membuatnya mudah dikenali. Buah durian ini memiliki kulit yang cukup tipis, kurang lebih 3 mm.

Dengan bentuk bulat terbalik, durian petruk ini memiliki ujung yang agak runcing. Bagian buahnya berasa sangat manis. Daging buah yang berwarna kuning, agak lembek, dan berserat halus. Hal ini tidak kalah dengan durian montong ataupun durian medan.

Aroma buah durian dari Jepara ini tidak terlalu menyengat atau tajam. Buah durian ini memiliki ukuran biji yang kecil dengan banyaknya pongge pada setiap buahnya berjumlah antara 5 sampai 10 biji yang sempurna.

Saat panen, para petani dapat menghasilkan 50 sampai 150 buah tiap pohon. Berat setiap buah yang dipanen berkisar antara 1 kg sampai 1,5 kg. Para pecinta durian tidak akan menyia-nyiakan buah lezat ini saat berada di Jepara.

Jenis buah yang telah dilepas sebagai varietas unggulan nasional ini terus mengalami penelitian-penelitian yang akan menggali berbagai manfaat tersembunyi dari salah satu oleh oleh khas Jepara ini.

Pada musim panen durian yang biasa terjadi pada bulan Desember, pemerintah daerah dan instansi lain sering mengadakan lomba buah – buahan yang menjadikan buah durian sebagai pesertanya. Event yang besar ini banyak diikuti oleh para petani durian yang membanggakan hasil panennya.

Untuk mendapatkan buah durian ini, para wisatawan dapat langsung membeli dari para petani durian yang tersebar di berbagai wilayah Jepara. Dengan berkeliling desa, Anda akan bisa mendapatkan buah durian ini dengan harga yang lebih murah dari para petaninya langsung.

Jeruk jepara
Komoditas daerah ini menjadi salah satu oleh-oleh yang ditawarkan oleh Jepara. Tidak hanya durian, Jepara juga memiliki jenis oleh-oleh yang berupa buah jeruk jepara.

Jeruk dengan nama latin Limnocitrus littoralis, (Mig) Swing ini mempunyai kekuatan yang sangat hebat. Kekuatan di sini adalah buah jeruk asal Jepara ini mampu bertahan hidup pada tanah berpasir yang memiliki kadar garam tinggi dan juga tahan penyakit.

Hal ini terbukti saat wilayah Jawa Tengah mengalami serangan penyakit. Banyak tumbuhan yang mati. Namun, tumbuhan jeruk ini dapat bertahan dari penyakit tersebut.

Bagian batang dari tumbuhan jeruk ini juga kemungkinan dapat digunakan untuk mencegah dan anti penyakit CVPD. Buah ini juga bisa tumbuh di daerah rawa-rawa yang ada di pinggir pantai dan juga tepian sungai.

Dengan sifat pertumbuhan yang hampir sama dengan pohon bakau, tumbuhan jeruk ini dapat bertahan di daerah rawa-rawa. Berbagai macam oleh-oleh khas Jepara yang telah dijelaskan di atas selalu menjadi buah tangan yang mewakili keragaman kuliner Jepara yang kaya.

Ada beberapa sebutan dan julukan dari daerah ini yang menarik untuk diketahui. Julukan sebagai Kota Ukir disematkan pada daerah ini karena hasil ukiran masyarakatnya yang terkenal indah.

Banyak produk-produk furniture artistic dan indah yang dihasilkan oleh daerah ini. Ukiran yang indah dapat menjadi kerajinan dan seni yang menakjubkan. Banyaknya karya artistik yang dihasilkan oleh daerah ini menjadikan sebutan Kota Kerajinan atau Kota Seni, menjadi julukan yang sesuai.

Selain itu, Jepara yang merupakan tanah kelahiran R.A. Kartini, daerah ini sering disebut sebagai Bumi Kartini. Masih karena R.A. Kartini, slogannya yang berupa “Habis Gelap Terbitlah Terang” membuat masyarakat Jepara berusaha mewujudkannya dengan dibangunnya 4 PLTU yang menjadi pemasok listrik di beberapa daerah besar seperti Jawa, Madura, dan Bali. Hal ini membuat Jepara disebut sebagai Kota Energi.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *